MITRAPOLISINEWS, Labuhanbatu – Isu dugaan adanya kutipan dalam proses pengangkatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi perhatian publik.
Informasi yang beredar juga mengklaim total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Bahkan, muncul dugaan bahwa dana tersebut tidak hanya berhenti pada oknum yang disebutkan, melainkan mengalir kepada pihak lain. Dugaan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi.
Menanggapi isu tersebut, Awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan Melalui pesan WhatsApp Abdi membantah adanya praktik kutipan sebagaimana yang beredar dalam pemberitaan.
Dalam keterangannya, Abdi menjelaskan bahwa proses pemilihan kepala sekolah dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya kompetensi manajerial, rekam jejak, serta pemenuhan persyaratan kepangkatan atau golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Isu yang beredar itu tidak benar, kami memilih dan melantik kepala sekolah itu berangkat dari kemampuan dan golongan. Ucapnya. Selasa (7/6)
Saat kembali ditanya mengenai isu dugaan adanya setoran sejumlah uang dalam proses penunjukan kepala sekolah, ia membantah keras tudingan tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Ia juga menegaskan, apabila ada pihak yang mengetahui atau memiliki bukti mengenai siapa yang meminta, menerima, maupun memberikan uang terkait proses penunjukan kepala sekolah, agar segera melaporkannya kepada Dinas Pendidikan. Laporan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti secara tegas di Internal.
"Gak benar adanya setoran, kalau ada dapat yang menyetor dan menerima, tolong sampaikan pada kami agar kami tindak" tutupnya
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan atas dugaan adanya praktik jual beli jabatan dalam proses pengangkatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.
(Redaksi)



