MITRAPOLISINEWS | SIANTAR - Semangat membangun Sumatera Utara dari akar rumput terus digaungkan kalangan pemuda. Salah satunya melalui gagasan “7 Arah Juang Karang Taruna Sumut”, sebuah komitmen gerakan yang diproyeksikan menjadi pedoman perjuangan pemuda selama lima tahun ke depan.
Mengusung semangat “Dari Anak Muda, Untuk Sumut yang Berdaulat”, 7 Arah Juang diharapkan tidak sekadar menjadi rangkaian program di atas kertas, tetapi mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata dan dirasakan langsung masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Gagasan tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus optimisme melihat berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di desa. Mulai dari persoalan ekonomi, pelestarian budaya, lingkungan hidup, pendidikan, sosial kemanusiaan, bahaya narkoba, hingga tuntutan transformasi digital.
Melalui 7 Arah Juang, Karang Taruna diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai organisasi kepemudaan pelengkap, melainkan tampil sebagai motor penggerak perubahan dan kekuatan sosial di tengah masyarakat.
Tujuh Arah Perjuangan Pemuda
Pertama, Juang Kemandirian Ekonomi.
Dengan tagline “Anak Muda Sumut Wirausaha, Bukan Pengangguran”, gerakan ini diarahkan untuk mendorong lahirnya pemuda-pemuda mandiri melalui pengembangan UMKM desa, koperasi pemuda, serta berbagai potensi ekonomi lokal.
Kedua, Juang Adat dan Budaya.
Mengusung semangat “Jaga Akar, Biar Gak Tumbang Diterpa Zaman”, pemuda didorong menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Sumatera Utara, seperti gondang, tortor, ulos hingga bahasa daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ketiga, Juang Lingkungan.
Melalui slogan “Sumut Hijau, Sumut Bersih, Sumut Sehat”, gerakan ini mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk melalui gerakan penanaman pohon dan aksi kebersihan, salah satunya di kawasan Sungai Deli.
Keempat, Juang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia.
Gagasan “1 Desa 100 Pemuda Pintar & Terampil” diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran dan peningkatan keterampilan generasi muda melalui rumah belajar, pelatihan keterampilan hingga penguatan kemampuan digital.
Kelima, Juang Sosial dan Kemanusiaan.
Dengan semangat “Ringan Sama Dijinjing”, Karang Taruna diharapkan menjadi salah satu kekuatan sosial yang cepat bergerak ketika masyarakat menghadapi musibah, bencana maupun berbagai persoalan kemanusiaan.
Keenam, Juang Anti Narkoba.
Melalui slogan “Desa Kita, Masa Depan Kita”, pemuda diajak menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif dengan memperbanyak kegiatan positif serta membangun kesadaran bersama tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Ketujuh, Juang Digital dan Kolaborasi.
Mengusung tagline “Karang Taruna Go Digital, Sumut Go Global”, pemuda didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan potensi desa, kreativitas, ekonomi, komunikasi serta membangun kolaborasi yang lebih luas.
Penggagas 7 Arah Juang, Herry Chandra, ST, pemerhati Pemuda dan Remaja Indonesia, menegaskan bahwa seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu tekad besar, yakni membangun Sumatera Utara dengan menjadikan desa sebagai salah satu pusat kekuatan pembangunan.
«“7 Arah Juang ini adalah satu tekad: membangun Sumut dari desa, oleh pemuda, untuk rakyat. Kami ingin hadir secara nyata dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” tegas Herry Chandra.»
Menurutnya, pemuda memiliki energi, kreativitas dan keberanian untuk menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Karena itu, potensi tersebut harus diarahkan menjadi gerakan yang produktif dan memberikan manfaat nyata.
Momentum tersebut sekaligus dirangkai dengan ucapan selamat kepada Abgda Bonauli Rajagukguk, SE, yang terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031.
Terpilihnya kepemimpinan baru tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi Karang Taruna Sumut untuk semakin solid, progresif dan mampu memperluas dampak pengabdian hingga ke pelosok desa.
Bagi penggagas 7 Arah Juang, pergantian kepemimpinan bukan sekadar momentum organisasi, melainkan kesempatan untuk memperkuat kembali peran pemuda sebagai bagian penting dari pembangunan Sumatera Utara.
Dari desa, pemuda bergerak. Dari pemuda, perubahan diharapkan tumbuh. Dan dari perubahan itulah, Sumatera Utara yang lebih mandiri, berdaya dan berdaulat dapat diwujudkan.
HERRY CHANDRA, ST
Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia
(Redaksi)



