MITRAPOLISINEWS | MEDAN - Peta kepemimpinan Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumatera Utara resmi berubah. Dr. Mhd. R. Dayan, SH, MH ditetapkan sebagai Ketua DPW Pujakesuma Sumatera Utara masa bakti 2024–2029 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno DPW Pujakesuma Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026).
Rapat pleno dihadiri unsur Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), Dewan Pakar DPW, Pengurus Harian, Biro-Biro DPW, serta LBH Pujakesuma.
Dalam rapat tersebut, Plt Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Dr. Mhd. R. Dayan, SH, MH, secara resmi disahkan dan ditetapkan menjadi Ketua DPW Pujakesuma Sumut untuk melanjutkan masa bakti 2024–2029.
PAW Sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi
Pimpinan rapat yang juga Sekretaris DPW Pujakesuma Sumatera Utara, Dr. Joko Susanto, M.I.Kom, menjelaskan bahwa penetapan tersebut dilakukan berdasarkan mekanisme yang diatur dalam AD/ART dan peraturan organisasi Pujakesuma.
Menurut Joko, mekanisme PAW ditempuh karena ketua sebelumnya berhalangan tetap dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.
“Penetapan ini didasarkan pada petunjuk AD/ART dan peraturan organisasi Pujakesuma. Karena ketua sebelumnya berhalangan tetap melaksanakan tugas organisasi, maka proses Pergantian Antar Waktu dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi,” jelas Joko.
Ia menambahkan, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan roda organisasi agar seluruh program dan agenda Pujakesuma Sumatera Utara dapat terus berjalan.
Dayan: Pujakesuma Harus Berbuat dan Bermanfaat
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Mhd. R. Dayan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya.
Dayan menyadari bahwa memimpin Pujakesuma Sumatera Utara merupakan tanggung jawab besar karena organisasi tersebut menjadi salah satu wadah besar masyarakat Jawa di Sumatera Utara.
“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya untuk memimpin organisasi besar warga Jawa di Sumatera Utara,” ujar Dayan.
Menurutnya, Pujakesuma tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya warga Jawa, tetapi harus mampu hadir sebagai kekuatan sosial yang memberikan kontribusi nyata.
“Pujakesuma sebagai payung besar warga Jawa harus mampu berkontribusi, baik secara internal maupun eksternal, sebagai wujud komitmen Pujakesuma ikut membangun bangsa dan negara,” tegasnya.
Dayan juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk membangun kebersamaan dan saling membantu dalam menjalankan berbagai agenda organisasi.
“Mari kita bersama-sama, saling membantu dan tetap guyub untuk melaksanakan berbagai agenda organisasi,” ajaknya.
Bagi Dayan, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting untuk membawa Pujakesuma semakin kuat dan bermanfaat.
“Pujakesuma harus berbuat dan bermanfaat. Urip itu Urip,” tegasnya.
Ahwan: Potensi Wong Jowo di Sumut Luar Biasa
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pujakesuma Sumatera Utara, Brigjen TNI (Purn.) Ahwan, menyoroti besarnya potensi masyarakat Jawa di Sumatera Utara.
Menurut Ahwan, potensi tersebut harus disatukan dan digerakkan secara bersama-sama agar mampu menjadi kekuatan yang saling menguatkan.
«“Wong Jowo di Sumatera Utara ini potensinya sangat luar biasa. Ayo kita gerakkan bersama sehingga saling menguatkan dalam berbagai hal.”»
Pesan tersebut menjadi dorongan agar seluruh elemen Pujakesuma tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program organisasi.
Momentum Baru Pujakesuma Sumut
Penetapan Dr. Mhd. R. Dayan sebagai Ketua DPW Pujakesuma Sumut melalui mekanisme PAW menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Dengan dukungan MPO, Dewan Pakar, Pengurus Harian, biro-biro, dan LBH Pujakesuma, kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus melahirkan berbagai terobosan baru.
Pujakesuma Sumut juga dituntut tidak hanya bergerak dalam pelestarian budaya Jawa, tetapi mampu memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, hukum, spiritualitas, hingga pemberdayaan masyarakat.
Organisasi ini ingin membuktikan bahwa identitas budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan semangat Guyub, Rukun, Raket, Regeng, Rumekso, Pujakesuma Sumatera Utara memasuki babak baru kepemimpinan.
Bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi menggerakkan potensi, memperkuat persaudaraan, dan memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Urip itu Urip — hidup harus memberi kehidupan dan manfaat bagi sesama.



