MITRAPOLISINEWS | SIMALUNGUN - Langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut, Gibson Panjaitan, mendapat apresiasi dari masyarakat dan Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumatera Utara (FPPSU). Meski demikian, warga Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, kini menaruh harapan besar agar respons tersebut segera diwujudkan dalam bentuk penanganan nyata terhadap persoalan banjir yang telah menghantui mereka selama bertahun-tahun.
Respons itu bermula setelah FPPSU menyampaikan surat resmi kepada Dinas PSDA Sumut terkait kondisi banjir yang terus berulang di Serbelawan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Plt Kadis PSDA Sumut langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama Camat Dolok Batu Nanggar dan Lurah Serbelawan, sekaligus menurunkan tim untuk melakukan monitoring di kawasan Umbul Sungai Sikkam yang diduga menjadi salah satu pemicu meluapnya air ke permukiman warga.
Tidak hanya melakukan koordinasi, Tim UPTD PSDA Sumut juga turun langsung ke lokasi guna meninjau kondisi sungai, memetakan titik-titik rawan banjir, serta melihat secara langsung dampak yang dialami masyarakat yang selama ini menjadi korban banjir berulang setiap musim hujan.
Ketua FPPSU, Wan Agus Yahya, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bahwa aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Respons cepat Plt Kadis PSDA Sumut tentu patut diapresiasi. Namun masyarakat Serbelawan berharap hasil monitoring ini tidak berhenti pada peninjauan lapangan saja. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindak lanjut berupa pekerjaan fisik agar banjir yang terus berulang dapat benar-benar diatasi," tegas Wan Agus Yahya. Kamis, (5/8).
Lebih lanjut, FPPSU mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun beserta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Menurut mereka, penyelesaian persoalan banjir di Serbelawan membutuhkan kolaborasi lintas sektor sehingga penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
FPPSU menilai sejumlah langkah strategis perlu segera menjadi prioritas, di antaranya normalisasi Sungai Sikkam, perbaikan sistem drainase, penanganan sedimentasi, hingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak lagi hidup dalam kekhawatiran setiap kali intensitas hujan meningkat.
"Banjir di Serbelawan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa hasil monitoring hari ini benar-benar diwujudkan dalam program kerja yang konkret. Kami percaya di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, persoalan ini dapat menjadi perhatian serius demi melindungi keselamatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Wan Agus Yahya.
Kini, setelah respons cepat ditunjukkan oleh Dinas PSDA Sumut, harapan masyarakat Serbelawan pun semakin besar. Mereka menunggu bukti nyata berupa langkah konkret di lapangan agar persoalan banjir yang selama ini menjadi ancaman tahunan dapat segera diakhiri.
(Redaksi)



