MITRAPOLISINEWS | BINJAI, 4 September 2026 - Organisasi kepemudaan di Kota Binjai dinilai tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam agenda pembangunan daerah. Pemuda harus tampil sebagai kekuatan strategis yang ikut menentukan arah pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan hingga pelaksanaannya.
Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD KNPI Kota Binjai, Ibrahim Bazhier. Ia menilai, di tengah bonus demografi dan perubahan zaman yang begitu cepat, pemuda harus mampu meningkatkan kapasitas serta keberanian untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan Kota Binjai.
Menurut Ibrahim, KNPI memiliki posisi penting untuk menghimpun berbagai potensi pemuda yang tersebar di organisasi kepemudaan, komunitas maupun kelompok-kelompok anak muda lainnya. Potensi tersebut, kata dia, harus dikonsolidasikan menjadi energi positif yang mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Pemuda harus naik kelas. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari pelaku pembangunan. KNPI harus mampu mengonsolidasikan energi dan gagasan pemuda menjadi kekuatan yang produktif bagi Kota Binjai,” ujar Ibrahim. Sabtu, (5/9).
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, pemuda, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Atas dasar itu, DPD KNPI Kota Binjai membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Pemerintah Kota Binjai maupun seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari kepemudaan, pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, sosial, olahraga hingga penguatan karakter generasi muda.
Namun, Ibrahim mengingatkan bahwa semangat kolaborasi tidak boleh membuat KNPI kehilangan independensinya sebagai organisasi kepemudaan. Menurutnya, KNPI tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
“Kolaborasi bukan berarti kehilangan independensi. Kita bisa berjalan bersama pemerintah untuk hal-hal yang baik bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama KNPI tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan kritik dan masukan ketika ada kebijakan yang perlu diperbaiki,” tegasnya.
Bagi Ibrahim, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan pemuda harus dibangun di atas data, objektivitas dan solusi.
Ia menilai kritik tanpa dasar dan tanpa solusi justru berpotensi menjadi sekadar kebisingan. Sebaliknya, kritik yang konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah sekaligus membantu melahirkan kebijakan publik yang lebih baik.
“KNPI ingin membangun tradisi baru dalam gerakan kepemudaan di Binjai. Kita ingin berbeda pandangan tanpa harus bermusuhan, mengkritik tanpa menjatuhkan, dan berkolaborasi tanpa kehilangan prinsip,” katanya.
Lebih jauh, Ibrahim menyampaikan bahwa KNPI akan terus mendorong terciptanya ruang-ruang aktualisasi bagi pemuda Kota Binjai. Ruang tersebut dinilai penting agar anak-anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menuangkan gagasan dan mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan.
Menurutnya, energi besar yang dimiliki generasi muda harus diarahkan dan dikelola secara positif. Jika dikelola dengan baik, pemuda tidak akan menjadi beban pembangunan, melainkan dapat berubah menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan daerah.
“Kota Binjai membutuhkan energi anak muda. Kalau energi itu kita arahkan dengan baik, pemuda bukan menjadi beban pembangunan, tetapi justru menjadi kekuatan utama pembangunan,” pungkas Ibrahim.
Ia berharap ke depan KNPI dapat memainkan peran sebagai jembatan yang mempertemukan berbagai kepentingan pemuda dengan agenda pembangunan daerah. KNPI juga diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Kota Binjai.
“Kita ingin KNPI hadir dengan gagasan, bergerak dengan kolaborasi, dan memberikan dampak nyata. Karena masa depan Binjai bukan hanya milik generasi hari ini, tetapi juga sedang kita persiapkan untuk generasi yang akan datang,” tutup Ibrahim.
(Redaksi)



